Resensi Buku Oleh Edy Soge Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere Data Buku: Judul: Mendengarkan Apa Kata Roh Kudus Kepada Gereja Penulis: P. Petrus Dori Ongen, SVD Penerbit: Ledalero Cetakan: I, Maret 2021 Tebal: xiv₊146 hlm ISBN: 978-623-6724-06-4 Gereja menghadapi tantangan yang serius di tengah situasi pandemi Covid-19. Hakikatnya sebagai communio, perkumpulan orang-orang yang percaya (communio/collegium fidelium) mengalami distorsi karena situasi lock down yang tidak memungkinkan sebuah perayaan liturgi dirayakan secara bersama. Social/physical distancing bisa membuat renggang relasi persaudaraan dan hubungan afeksional di dalam Gereja. Namun Gereja terbuka menjaga harmoni iman dengan memanfaatkan teknologi untuk menyapa dan meneguhkan umat beriman. Meski demikian, teknologi tidak pernah bisa memperkuat secara lebih intens persekutuan umat beriman. Di tengah situasi demikian, Gereja mesti membuka diri terhadap kehadiran Roh Kudus yang terus menerus memanggil, menghibur, mem...
Jika engkau berdoa Masuklah ke dalam kamarmu Tutuplah pintu dan berdoalah… (Mat. 6:6) Di negeriku agama adalah demonstrasi. Di jalan itu orang berbondong-bondong dengan identitas bahasa tubuh religius. Pemandangan yang indah, tetapi tidak cukup artistik untuk dunia sekuler. Kepala sudah terlanjur ditutup sehingga cenderung irasional. Tubuh dibalut kain putih sehingga isi hati yang pekat tetap terselubung secara luhur. Ada tutur kata seperti credo diucapkan agak keras. Mereka seperti bersorak menyanjung seorang pemimpin. Inikah yang disebut Nietzsche sebagai perbondongan ( Herde )? Kolektivitas primodial dengan gaya floating mass , mengikuti begitu saja apa yang dipercaya, siapa yang dipercaya. Aku coba pikirkan tentang hidupku. Aku memiliki kebersamaan primodial yaitu Gereja yang pada titik tertentu memperkuat determinasi. Aku menjadi ditentukan pada waktu itu bahkan sampai hari ini. Waktu itu aku masih kecil. Aku dibawa orangtua ke gereja dan aku dibaptis di sana...