Langsung ke konten utama

MENDAMBA SAMBA







Mendamba Samba
       :a.c
Bukan lelucuan tanpa romansa
Saat santai kau dekatkan sapa rasa
Membuncah ria menari jemari menyentuh bahu
Kau poles jiwaku dengan canda yang kutahu

Putri samba kumendamba
Rekah bibir yang jujur

Tawamu membawaku ke laut senyuman
kau pandai mengganggu riak jiwaku

mengagumimu belum cukup
mendoakanmu belum tentu sempurna
terpaksa aku mengerti dirimu dengan kata hati
Auciliana Costa, putri Samba kumendamba
 Hewa, Juni 2016

Mendamba Samba
       :a.c
Bukan lelucuan tanpa romansa
Saat santai kau dekatkan sapa rasa
Membuncah ria menari jemari menyentuh bahu
Kau poles jiwaku dengan canda yang kutahu

Putri samba kumendamba
Rekah bibir yang jujur

Tawamu membawaku ke laut senyuman
kau pandai mengganggu riak jiwaku

mengagumimu belum cukup
mendoakanmu belum tentu sempurna
terpaksa aku mengerti dirimu dengan kata hati
Auciliana Costa, putri Samba kumendamba
 Hewa, Juni 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayahku Pastor, Ibuku Suster

Ayahku Pastor, Ibuku Suster             Hari ini atau besok atau lusa. Atau menunggu 10 tahun lagi. Saya harus bicara. Entah kenapa, ayah saya seorang pastor dan ibu saya seorang suster.             Hampir puluhan tahun kami tak bertemu. Saya sama sekali tidak tahu rupa orangtua saya. Saya anak yang terlampau kesepian. Terlantar di luar rumah. Terberkati di depan altar.             Saya anak yatim piatu? Saya bertanya dalam hati saat duduk sendiri di tepi dermaga. Memandang lepas pantai. Di kejauhan perahu diayunkan ombak yang damai. Laut teduh. Saya ambil secarik kertas lalu menulis puisi ini. Aku Di Mana? Aku memungut angin Di daun kering Tiada menemukan apa Tak pula jumpa siapa Aku di mana? Malam hari diterbangkan badai Pagi hari di tepi dermaga Kapal telah jauh Aku di mana? (I Januar...

Lelaki Pengikut Firman Menulis Aforisme (untuk Ina, gadis Timor permata Tuhan)

(1) “Lebih baik mencintai sunyi karena ia tidak pernah mengkhianatimu, daripada mencintai dia yang tidak pernah mengerti kesunyiannmu.” (2) “Aku tanpa engkau adalah sayap-sayap patah. Janganlah terbang menjauh sebab sayapku adalah sayapmu. Jika engkau jauh, sayapku akan patah dan aku jatuh ke bumi yang mengurung kebebasanku.”  (3) “Perempuan adalah singgasan segala keindahan, dan aku suka sekali memandang, lalu mengagumi dan merasakan jatuh cinta itu sederhana.” (4) “Dari jendela kamar makan aku baru mengerti: seorang perempuan tampak cantik jika ia bersolek di dapur.” (5) “Mencintaimu berarti menghargai kebebasanmu; rindu kita bebas mencintai dan mencintai dengan bebas. Engkau punya pilihan dan aku punya pilihan. Engkau memilih adalah pilihanmu dan aku punya pilihan untuk tidak melarangmu memilih. Namun engkau perlu tahu bahwa engkau adalah pilihanku, dan aku menyadari bahwa aku belum tentu jadi pilihanmu. Biarlah kita saling...